Selasa, 28 Mei 2013

Diamku Cintaku



                Kulihat sesosok perempuan yang telah merebut perhatianku sejak 6 bulan terakhir sedang berdiri di tempat faforitnya. Sosok yang selalu berdiri di depan kelas bersama ketiga sahabatnya, adik kelas yang unik dimataku. Aku mulai memperhatikannya sejak kami kebetulan seruangan saat UTS. Dia bernama Anita sesosok cewe manis dan imut, yang sangat ceria. Saat bulan-bulan awal dia bertingkah biasa denganku tetapi entah sejak ia mulai dekat dengan sahabat barunya yang menggenapkan mereka menjadi 4 yaitu Bella. Dia mulai lebih agresif untuk melihatku, begitupun aku sudah 3 bulan aku balik memperhatikannya. Tetapi diantara kami tidak ada yang berani untuk saling menyapa. Aku ingin sekali menyapanya tetapi teman-temanku melarang karena statusku yang berpacaran dengan Ananda. Aku sudah tidak nyaman dengan pacaran jarak jauh dan sifat kekanak-kanakan Ananda.
                                                    Kak” “:)
       Tiba-tiba aku mendapatkan sebuat chat dari Anita di salah satu social mediaku. Aku kaget tetapi bingung harus membalas apa, akhirnya kuputuskan untuk tidak membalasnya. Tapi beberapa menit kemudian aku mendapatkan chat darinya lagi. “Maaf dibajak” hatiku jadi ragu apakah benar persepsi aku dan teman-teman bahwa dia suka padaku. Setelah kejadian itu dia tetap seperti biasa memperhatikanku. Aku sangat ingin mengobrol dengannya, tetapi apa dikata dia selalu bersama temannya kalau aku ingin melakukannya.
                                                                                ***
                Mentari masuk ke dalam sela-sela jendela kamarku, yang membangunkanku dari tidur yag indah. Hari ini aku sudah berniat untuk peergi bersama Ananda, dan membuat sebuah keputusan.  Sekarang aku sudah pergi untuk menjemputnya. Hari ini Ananda sangat cantik dengan dress faforitnya.  Tuhan apakah aku tega untuk melakukan ini padanya? Tapi aku benar-benar sudah jatuh cinta pad Anita yang selalu berbuat tingkah-tingkah anehnya. Aku harus mempertahankan keputusanku, sekarang kami sudah tiba di café yang selalu kami datangi.
“Nan, aku mau ngomong  penting nih” “Apa Rey?”  “Hmmmm…” “Kenapa sayang?” “……” “REY!” “Kita putus!” “…..” “Maaf Nan tapi aku gamau nyakitin kamu lebih lama lagi” “Kamu gamau nyakitin aku? Kita putus itu nyakitin aku!” Lalu Ananda lari tetapi aku tidak berusaha mengejarnya karena takut lebih menyakitkan hatinya. Aku tahu kalau perpisahan pasti menyakitkan dan kami sudah menjalani hubungan ini selama 2 tahun sejak kami lulus SMP.
                                                                                ***
                “Rey lo serius putus sama Nanda Cuma buat adik kelas itu?” Tanya salah satu sahabatku yang sangat menggemari warna merah siapa lagi kalau bukan Nino. “Lebay lo No” balasku sambil melemparkan tempat pensilku. “Seloo bro” “hahaha” yang lain hanya tertawa melihat kami bertingkah seperti itu. “Yaudah kalau gitu nanti lo harus nyapa Anita ya” usul Ken. Dan yang lain pun menyetujuinya, dan mau tak mau aku harus melakukannya.
                Sekarang sudah waktunya istirahat dan aku harap Anita serta 3 temannya ke kantin. Baru saja aku dan teman-temanku menuju kantin, aku sudah melihat mereka sedang turun melewati tangga dekat kelasku. Aku dan yang lain langsung mempercepat langkah kami, mereka tidak sadar bahwa kami sudah ada tepat di bealakang mereka. “ih anjir ya Bel tadi kakak lo ngocol banget pas upacara padahal dia kan anak paskib eh malah dihukum kelasnya” Kata Anita sambil tertawa. “Ih udah sih Nit jangan di ledek mulu, kakak lo juga dihukum!” “hahaha biarin aja dia mah kan emang gitu” Bella menyubit tangan Anita karena kesal. Lalu tiba-tiba Anita membalikkan badannya entah untuk apa, “Eh Belll…… anjiir” saat dia melihatku tepat di depannya dengan jarak 1 meter dengan tatapan yang sangat shock. Dia hendak untuk kabur seperti biasa, “Nit kenapa lo kayak liat setan aja” ejek Kenia. “Hai Anita” Aku menyapanya dengan senyum manisku. “Ha…Ha-I Kak” balasnya gugup. “Yang tadi lo omongin kelas kita ya? Trus yang anak paskib itu gue” Ken menodongnya dengan pertanyaan yang tak butuh jawaban. “engg…engg Bel jawab gih, Kir temenin gue ke toilet” Kata Anita sambil menarik dan kabur ke toilet. “Iya Kak” jawab Kenia santai lalu meneruskan jalan menuju kantin. “Eh tunggu!” teriak Nino. “Bella lo naksir Ken ya?” lanjutnya lagi. Bella dan Kenia yang tadi sudah lanjutkan berjalan tiba-tiba saja mematung saat mendengarkan pertanyaan dari Nino. Aku rasa Bella bergabung dengan Anita, Kenia dan Kira agar mudah untuk melihat Ken yang notabenenya adalah gerombolanku.
                                                                                                ***
                Sudah seminggu yang lalu sejak kejadian kantin berlalu yang  menjadikanku dekat dengan Anita, kami sudah chat dan dia sudah tidak canggung lagi padaku. Anita sudah mulai terbuka untuk bercerita padaku begitupun aku, setelah kenal lebih dekat dengannya aku tambah yakin bahwa aku sudah jatuh cinta padanya. Anita tidak pernah menjaga imagenya, tidak seperti cewe-cewe lain yang selalu menjaga image depan cowo yang ditaksir. Rencananya besok sepulang sekolah kami ingin menonton film yang dimainkan oleh actor faforit kami. Bagi Anita, idola kami itu sempurna ya bagiku dia juga sempurna tetapi sekarang lebih sempurna Anita. Anita itu bagaikan bidadari yang jatuh dari surga bagiku, melihat senyumnya saja hatiku berdebar-debar. Dia tak pernah suka pada kelasnya saat ini karena suasananya yang sangat tidak nyaman dan aneh. Aneh juga sangat mengidolakan Justin Bieber, tapi dia bukan beliebers yang mengganggu. Semoga aku dan dia bisa…..
                Sekarang kami sedang mengantri tiket untuk nonton, tetapi kami tidak menonton berduaan saja. Kena, Kira, Bella dan teman-temanku ikut serta untuk nonton bareng.  Hari ini aku akan menyatakan perasaan setelah acara nonton bareng ini. Dan entah mengapa aku merasa hari ini Anita sangat lucu. Dia hari ini di jepit dengan jepitan yang ku hadiahkan untuknya. “Kak Rey kapan mau nembak Nita?” “Maunya sih nanti abis nonton Kir” “Kenapa gak sekarang ka?” “ide bagus sih” “Anita! Sinii!” “Apa Kir?” “Kak Rey mau ngomong tuh! Gue gabung kesana yaa” “ Kenapa kak?” “mmm” “Kak!” “I Love You, will you be my girl?” “Goshh…” “Kenapa Nit?” “kaget aja hehehe mau kok kak” “dih kocak deh, jadi kita resmi nih?” “gamau?” “mauuu” lalu aku memeluknya. “ciee ada yang resmi nih yaa, ayokk nonton dulu abis itu kita makan-makan!” Seru Nino. Aku dan dia hanya tersenyum dan bahagia. Mungkin memang masa pendekatan kita hanya seminggu tetapi aku harus hubungan ini selamanya. Walau hanya seminggu tetapi masa kita saling memperhatikan sudah cukup lama dan sangat unik. Pernahkah kalian saling memperhatikan dalam diam dan menyimpannya untuk diri sendiri. Ya aku dan dia melakukan itu, tetapi pada akhirnya kami bahagia. Percayalah cinta tak mungkin salah dan ikutilah apa kata hatimu. Cinta itu tulus dan suci, janganlah kalian khianati cinta itu dan janganlah ingkarinya. Cinta dalam diam yang kami lakukan pada akhirnya membahagiakan. Jika kalian sayang seseorang kejarlah tetapi jangan lupa ikutilah hatimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar