Benda yang bernama handphone itu selalu berada di tanganku. Benda itu tak pernah lepas dari tanganku, aku selalu melihatnya, memencet-mencetnya untuk melihat hal yang kuinginkan. Seperti sekarang ini aku sedang asyik melihat-lihat laman dari salah satu sosial media yaitu profile orang yang telah mencuri perhatianku sejak 1 bulan terkhir ini. Ya dia kakak kelasku, seorang cowo yang sangat menarik di mataku, dia tinggi dan mempunya badan yang lumayan atletis, kulitnya juga putih dan dia sangat tampan. Dia termasuk kalangan yang banyak di sukai adek kelas bahkan kakak kelas. Dia pokoknya cowo yang pasti digilai cewe-cewe 1 sekolah. Aku sendiri hanya seorang cewe biasa-biasa aja yang kemungkinan untuk dilirik kakak itu sangaaat kecil. Aku hanya bisa melihatnya dari jauh dan di sosial media. Di sosial mediapun aku hanya melihat dan tidak berani untuk berteman di facebook atau memfollownya di twitter.
"Prita ngapain sih lo, ngestalk mulu? Samperin giih tuh orangnya baru aja lewat mau ke lab kayaknya" kata Feni salah satu sahabatku membuatku mengalihkan perhatian dari handphoneku. "Lo gila sih Fe, gue sih masih waras." jawabku frustasi, Feni memang selalu menyarankanku untuk menghampiri cowo yang telah membuat ku jadi stalker.
***
"huaaaaaaa" teriakku saat menabrak seseorang di tikungan lorong sekolah dan aku terjatuh. Orang itu menjulurkan tangannya untuk membantuku bangun. Kuraih tangannya dan saat melihat siapa orang itu jantungku langsung berdegup 2x lipat lebih cepat dari sebelumnya. Ya orang itu Kak Remon, kakak kelas yang telah mencuri hatiku. "Maaf ya gue gasengaja." suara Kak Remon membuatku gugup. "Iya kak ma-ma-maaf juga ya" jawabku gugup. duh kenapa pake gugup segala sih, omelku dalama hati. Kak Remon hanya senyum lalu melanjutkan langkahnya entah kemana. Saat ku lihat Feni dan Fara sedang tertawa melihatku, aku yakin mereka melihat kejadian tadi. "cieeee yang abis tabrakan sama pangerannya" "cieeee banget deh cieee" ledek Feni dan Fera bersamaan. "Duuh apasih kalian" "tuhkan mukanya merah" dan seterusnya ledekan mereka berlanjut.
***
Sejak kejadian kemarin hidupku berubah 180 derajat, Kak Remon tiba-tiba ngeadd dan ngefollow facebook dan twitterku. aku sendiri kaget campur senang. Kalau katanya kedua sahabatku itu kode tapi menurutku sih bukan. Hari ini pun lumayan aneh, ada 2 kakak kelas yang menghampiriku saat jam istirahat yang merupakan sahabat Kak Remon yaitu Kak Ken dan Kak Heri. Mereka memberikan sebuah bungkusan yang di bungkus dengan kertas berwarna ungu yang merupakan faforitku. Sekarang bungkusan itu ada di tanganku, aku sedikit ragu untuk membukanya entah mengapa. Tapi karna penasaran kusobek bungkusan itu dan ku temukan sebuah kalung dengan bantuk berinisial "RP" dan terdapat sebuah surat yang ditulis dengan tulisan khas cowo.
"Buat cewe yang gugup kemarin -R"
***
Mentari masih malu-malu untuk keluar, tetapi aku sudah sampai di sekolah. Aku sedang berdiri di depan kelasku, tiba-tiba kak Remon menghampiriku lalu bertanya "Hai udah terima kalungnya?" tanya Kak Remon. "Udah kak makasih ini aku pake kalungnya. Tapi kenapa kakak kasih kalung ini buat aku?" tanyaku. "Karna gue mau ngasih kado ke elo kan kemaren lo ultah, oh iya happy birthday ya" jawab ka Remon. Aku gatau kalau kak Remon tahu kemaren itu hari ultahku. Untuk beberapa saat kami hanya terdiam begitupun lingkungan sekitar kami yang masih sunyi hanya ada beberapa orang disana. "Gue ke kelas dulu ya Ta, oh iya ngomongnya gue elo aja jangan aku kamu nanti dikira udah jadian" pinta kak Remon sambil berlalu meninggalkanku yang diam mematung. Sebenernya tadi aku sangat deg degan bukan main saat Kak Remon berdiri di sebelahku. "Ta ta taaaaaa" panggil suara yang sangat cempreng. "Duh Feeeeeeeeeeeee berisik" omelku. "Lagian lo bengong aja, kenapa sih meratapi nasib gabisa ngobrol sama kak Remon lo itu?" ledek Feni. "Yah lo ketinggalan jaman bangeet baru aja tadi gue ngobrol sama dia" kataku bangga disertai senyuman khasku. "hah serius lo?" tanyanya tak percaya. Aku hanya senyum-senyum aja, biar aja si Feni penasaran. Apakah nanti saat istirahat atau pulang Kak Remon akan datang menghampiriku lagi?
tettttt....tteeeettttt.....teeeeettttt... bunyi bel berbunyi 3x yang menandakan waktu untuk pulang sekolah. Aku langsung merapikan buku-buku dan perlatan tulisku ke dalam tas. Lalu menghampiri kedua sahabatku untu pulang bersama. "Ta lo masih utang janji ke kita berdua soal bungkusan kemaren ama kejadian tadi pagi." todong si Fara, aku yang ditidong hanya bisa senyum karena mengingat 2 kejadian tersebut. "hmmm nanti aja deeh, ntar kalian sirik sama gue" jawabku sok misterius. Kami sudah berada di parkiran untuk pulang dengan mobil Fara seperti biasa. Ku lihat sosok yang sangat kece itu ingin masuk ke mobilnya tetapi tidak jadi dan malah berjalan ke arah mobil Fara. "Hi" sapanya "Hallo kak" jawab kami bertiga berbarengan "eh Far, Fen gue pinjem temen lo ya. Ta bareng gue ya" pintanya pada kami. "Yaudah kak ambil aja gausah di pulangin" kata Feni, "iya kak jangan dipulangin" susul Fara. Aku hanya diam saja tidak tahu harus berbicara apa. "yaudah yuk" ajak kak Remon lalu berjalan ke mobilnya yang disusul olehku.
Sekarang aku ada di mobil kak Remon, dan gatau harus ngomong apa. Kami juga hanya sama-sama terdiam, sampai akhirnya kak Remon membuka percakapan. "Ta gue mau jujur boleh gak?" "hah?" "mau jujur nih gue" "jujur aja kak, emang kenapa deh?" "gue suka sama lo sejak pertama ngeliat lo dan udah sebulan ini gue merhatiin lo dan gue juga tahu lo meratiin gue dan suka stalk gue kan?" "hah serius kak? kakak tahu darimana gue suka stalk?" "lo kan pernah gasengaja ngeretweet tweet gue padahal ga lo follow." "oh gitu" "dih kok cuma gitu doang, PRITA LESTARI lo mau gak jadi pacar gue? gue tahu ini cepet dan terlalu mendadak tapi gue gamau kehilangan lo atau keduluan yang lain" " hah?" "hah, hah mulu deh jawab aja please" "iya ka REMON RAMADHAN aku mau tapiiii aku masih kaget jadi hah hah mulu". Sejak saat itu kami resmi pacaran, apapun bisa saja terjadi tanpa alasan dan dengan cara yang aneh.
-Princess
Tidak ada komentar:
Posting Komentar