Sabtu, 27 April 2013

This Is a Dream?

Hallo perkenalkan gue Lea, gadis berumur 16 tahun yang mempunyai banyak mimpi. Mimpi yang paling ingin gue wujudin yaitu bisa bermain film layar lebar yang ceritanya gak basi dan bakalan meledak di pasar perfilman. Jadi aku sering ikut casting-casting film tapi belum pernah berhasil. tapi sesuai kata idola gue yaitu "never say never" jadi gue terus berusaha dan percaya suatu saat bisa mewujudkan mimpi gue itu. selain mimpi itu gue masih banyaaaak mimpi-mimpi lain, tapi untuk kali ini gue berniat mencapai mimpi gue yang tadi gue jelasin. gue juga punya banyak teman dan beberapa sahabat, semua sahabat gue juga ngedukung dan nggak bosen-bosennya dengerin curhatan gue.
sebagai anak SMA gue juga punya cowo yang gue taksir, gue kebetulan naksir sama kakak kelas gue namanya Kak Reno. Kak Reno beda 1 tahun di atas gue, dia udah punya cewe tapi kan gapapa kalo gue naksir dia toh gue cuma jadi pecinta rahasia aja. oh iya akhir-akhir ini gue sering ngedapetin di kolong meja gue ada surat gitu kadang-kadang juga ada cokelatnya. kalo kata sahabat gue itu ada penggemar rahasia gitu, tapi gue gamau terlalu mikirin. gue sih sekolah di sekolah yang nyebelin, gimana gak nyebelin kerjaannya tuh ngasih PR mulu terus tugas numpuk banyak banget betein kan? gue mau punya sekolah yang nyantai gitu tapi dapetnya kayak gini yaudah syukurin ajalah. cerita gue kepanjangannya ya? hmm gapapalah toh gue ini yang cerita bukan kalian kan?

                                                               ***

angin bertiup begitu kencang serta di ikuti suara-suara petir yang bergemuruh. cuaca saat ini sedang buruk padahal Lea sudah harus berada di tempat casting sebuah film yang diadaptasi dari sebuat novel best seller. perasaan Lea sangat gundah karena takut kesempatan besar ini akan hilang jika ia sia-siakan begitu saja. dengan nekat Lea meneboros hujan yang sedang deras, ia berlari dengan jas hujannya mencari sebuah taksi untuk pergi ke tempat tersebut. beruntung ada taksi yang kebetulan lewat dan kosong, Lea menaiki taksi tersebut menuju tempat berlangsung casting untuk film yang menurutnya tak basi dan akan sangat laku di pasaran. Lea beruntung karena ia tidak telat. Lea mendaftar lalu menunggu gilirannya di panggil.
   
                                                           ***

"yaampuuun Leee congrats yaaa congrats" sahabat-sahabat Lea memberi ucapan selamat atas kerja keras yang akhirnya berhasil ia raih, akhirnya dari sekian banyak casting yang telah ia lakukan Lea berhasil lolos casting. walau dia hanya mendapatkan pemeran pembantu bukannya pemeran itu dia tetap bangga karena dia berpikir ini akan menjadi batu loncatan untuknya. dia sangat berharap proses syutingnya menyenangkan dan filmnya laku keras.

                                                           ***

Lea akting kamu semakin bagus saja, pertahankan!" puji sang sutrada saat Lea selesai take. mendengar pujian itu Lea semakin bersemangat untuk terus memperbaiki aktingnya. lawan mainnya kali ini juga pendatang baru sepertinya. lawannya ada Teo, cowo tampan yang pastinya akan cepet mendapatkan perhatian remaja-remaja saat ini. Teo lebih tua 2 tahun dibandingkan Lea. Teo merupakan mahasiswa semester 1, dia sangat ramah kepada semua orang. sejak pertemuan pertama Teo dan Lea, Lea menaruh hati pada Teo tetapi Lea ragu apakah cintanya kali ini akan terbalaskan? karena sepertinya setiap kali ia jatuh hati selalu saja pada orang yang salah, sudah punya pacarlah, terlalu pemilihlah dan lainnya. Lea berharap Teo akan bisa menjadi pacarnya. Lea memang pemimpi yang besar kata sahabatnya dan dirinya sendiri.

selesai syuting Lea berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taksi, mobil silver milik Teo berhenti tepa didepannya. Teo membuka kaca mobilnya "Le pulang bareng gue aja" tawar Teo. Lea sedikit ragu dan banyak senangnya. dia langsung masuk ke mobil Teo tanpa menjawab. dalam perjalanan awal mereka hanya terdiam, lalu Teo membuka suara terlebih dahulu "Le rumah lo di perumahan kasih blok f kan?" "kok lo tau?" "rumah kita cuma beda 2 blok, waktu itu gue gasengaja ngeliat lo terus gue ikutin deh" "ooohhh". di lanjutkan terus obrolan tentang akting, film, buku, musik dan mereka sampai di depan rumah Lea. "Le besok kan kita ga syuting dan hari libur, lo mau gak nemenin gue jalan?" "boleh tuh kebetulan gue lagi mumet" "okey besok jam 8 ya gue jemput." lalu Teo meninggalkannya di depan gerbang. Lea senang bukan main, bisa jadi mimpinya kalo Teo jadi pacarnya dapat terkabul. tanpa sadar Lea melompat-lompat di depan rumahnya. Lea langsung lari menuju kamarnya dan menelpon salah satu sahabatnya dan menceritakan kejadian yang baru saja ia alami

                                                           ***

sekarang Lea sedang mematut dirinya di depan cerminnya, sudah sejak subuh ia sibuk mendandani dirinya, setelah 2 jam baru ia merasa penampilannya pas dan turun ke bawah untuk sarapan bersama kakaknya. Lea hanya tinggal bersama kakak perempuannya. "rapi banget kamu dek pagi-pagi, mau kemana?" tanya kakaknya bingung. "jalan kaak" jawab Lea asal, lalu duduk dan ikut makan roti yang telah disiapkan kakaknya. sambil menunggu Lea menonton acara tv faforitnya yaitu spongebob. jika suka menonton spongebob, Lea akan asyik sendiri dan menciptakan dunia baru yang isinya hanya dia dan spongebobnya. pukul 8 bel rumah Lea di pencet entah oleh siapa, karena terlalu asyik Lea tidak mendengar belnya berbunyi. jadi kakakknya yang membukakan pintu, ternyata Teo yang datang. kakaknya berteriak memberitahu kalau teman Lea sudah datang dan Lea baru tersadar kalau sekarang sudah pukul 8. Lea langsung berlari menghampiri Teo.

                                                                     ***

ternyata teo mengajak Lea ke taman komplek yang sekarang di penuhi oleh keluarga yang jalan-jalan, anak kecilyang asyik bermain dan muda-mudi yang asyik berjalan santai. Teo dan Lea hanya duduk dibangku panjang taman sambil asyik bersenda gurau. suasana begitu nyaman bagi Lea karena ia baru sekali ini duduk di taman dan berduaan dengan cowo yang ia taksir. Lea merasakan ada yang menyentuh tangannya, ternyata yang menyentuh tangannya adalah tangan Teo. jantung Lea sekarang berdetak lebih kencang. tiba-tiba Teo menatap langsung ke mata Lea dan bekata "I LOVE YOU LEA" Lea yang kaget hanya bisa memasang ekspresi tidak percaya. "Lea lo harus tau gue udah suka sama lo sejak kita pertama ketemu" "pas hari pertma syuting dong? berarti baru seminggu dan lo udah berani nembak gue?" protes Lea panjang lebar. "nggak Le, kita pertama kali ketemu itu pas hari pertama lo MOS waktu itu lo gasengaja nabrak gue karena lo udah telat pas mau upacara" "gue inget pantes gue kayak pernah ketemu lo!" potong Lea saat Teo sedang menjelaskan. "Legue tuh selama setahun merhatiin lo tapi gue takut buat ngedeketin lo, tapi pas kita syuting gue yakin gue bener bener sayang sama lo, please Lea mau gak jadi pacar gue?" "mau". akhirnya mimpinya menjadi kenyataan, tapi apakah cinta yang seperti mimpi ini akan berjalan mulus?

-Princess

Tidak ada komentar:

Posting Komentar